JASA INSTALL ULANG LAPTOP/PC/KOMPUTER ON CALL DENPASAR/BADUNG - KONTAK KAMI DI: 082-339-33-1424 ATAU BERKIRIM EMAIL KE: SUARDANA@LIVE.COM
Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts

8 Jenis Kecerdasan Anak dan Cara Mengembangkannya


Tidak ada anak yang bodoh. Setiap anak memiliki kepintarannya masing-masing. Seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, Thomas Armstrong mengungkapkan, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences atau kecerdasan multipel.

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh pakar pendidikan yang juga dari Universitas Havard, Howard Gardner.

Howard membaginya menjadi delapan jenis kecerdasan anak, yaitu word smart (kecerdasan linguistik), number smart (kecerdasan logika atau matematis), self smart (kecerdasan intrapersonal), people smart (kecerdasan interpersonal), musik smart (kecerdasan musikal), picture smart (kecerdasan spasial), body smart (kecerdasan kinetik), dan nature smart (kecerdasan naturalis).

Thomas menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut. Untuk itu, menurut Thomas, orangtua seharusnya mengenali jenis kecerdasan anak, kemudian membantu mengasah kecerdasannya. “Dukunglah anak sesuai jenis kecerdasannya. Adanya minat, bisa membangun kompetensi anak kemudian hari,” kata Thomas dalam talkshow bertajuk Beda Anak Beda Pintar oleh S-26 Procal Gold Wyeth Nutrition di Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Thomas menegaskan, orangtua tidak bisa memaksa bakat yang dimiliki anak. Anak seharusnya didukung sesuai minatnya. Seperti apa 8 tipe kecerdasan anak ini? Berikut penjelasannya dan cara mengembangkannya.

1. Word smart (kecerdasan linguistik) Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan anak dalam berbahasa baik dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara. Kecerdasan linguistik dapat dilihat ketika anak suka membaca, cepat bisa mengeja kata dengan baik, suka menulis, suka berbicara, dan mendengarkan cerita. Jika anak menunjukkan kesukaannya seperti ini, orangtua bisa memberikan buku-buku cerita, mainan huruf alphabet, kertas untuk menulis, atau mainan yang berkaitan dengan huruf dan kata-kata lainnya yang bisa menstimulasi kecerdasannya ini. Orangtua juga bisa mendukung anak dengan sering mengajaknya bercerita, membaca bersama, membacakan dongeng, dan melakukan dialog berdua dengan anak.

2. Number smart (kecerdasan logika atau matematis) Jenis kecerdasan ini bisa ditandai ketika anak tertarik dengan angka-angka, menyukai matematika, dan hal-hal yang berbau sains, maupun yang berhubungan dengan logika. Untuk mengasah kemampuannya ini, berikan anak-anak alat berhitung yang menarik, benda-benda untuk dihitung, balok bertulisan angka-angka, puzzle, hingga timbangan untuk mengukur berat. Orangtua bisa mengajak anak mengunjungi museum ilmu pengetahuan, mengajak anak bermain sambil menghitung, atau bermain monopoli.

3. Self smart (kecerdasan intrapersonal) Anak dengan tipe kecerdasan ini cenderung lebih suka bermain sendiri. Namun, ia bisa mengatur emosi dengan baik. Anak ini biasanya memiliki ambisi dan sudah tahu ingin jadi apa saat besar nanti. Ia juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan bisa mengomunikasikan perasaannya dengan baik. Jika si kecil menunjukkan tanda kecerdasan ini, berikan ia dukungan dengan menyediakan tempat yang nyaman untuk bermain sendiri, boneka, atau mainan untuk main peragaan. Orangtua bisa mengajak si kecil berbicara mengenai perasaannya dan menanyakan pendapat mereka tentang berbagai hal. Bisa juga dengan mengajak mereka melakukan aktivitas yang bersifat reflektif seperti yoga.

4. People smart (kecerdasan interpersonal) Berbanding terbalik dengan self smart, anak yang memiliki tipe kecerdasan ini lebih suka bermain dengan banyak orang. Anak juga memiliki empati, mampu memahami perasaan orang lain, dan cenderng menonjol sehingga suka memimpin saat bermain. Anak seperti ini sangat cocok diberikan kostum-kostum untuk bermain drama atau teater boneka. Orangtua bisa mengajak mereka bermain bersama di luar rumah atau sering mengajak si kecil datang ke acara keluarga untuk bersosialisasi.

5. Music smart (kecerdasan musikal) Kecerdasan musikal barangkali salah satu tipe kecerdasan yang paling mudah dilihat oleh orangtua. Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan ini, antara lain suka bernyanyi, menggoyangkan badan atau berjoget ketika mendengar suara musik, suka mendengarkan musik, mengingat lagu, suka memukul-mukul seperti bermain drum, dan main piano. Untuk mendukung minat anak di bidang musik, berikanlah ia alat musik seperti drum kecil, keyboard, piano, pianika, dan berbagai alat musik lainnya. Ajaklah si kecil bermain musik bersama, bernyanyi, mendengarkan musik, bahkan mengajaknya menonton konser musik anak-anak.

6. Pictue smart (kecerdasan spasial) Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya terlihat dari kesukaannya menggambar, mencorat-coret kertas, mewarnai, suka berimajinasi, hingga suka bermain-main membangun sesuatu menggunaan balok. Untuk anak ini, berikanlah buku gambar, perlengkapan untuk mewarnai seperti kuas dan cat air, dan kamera. Seringlah melakukan kegiatan menggambar bersama hingga mengunjungi museum seni.

7. Body Smart (kecerdasan kinetik) Anak yang memiliki kecerdasan body smart sangat aktif, seperti suka berolahraga, menari, menyentuh berbagai benda dan mempelajarinya, atau membuat sesuatu dengan tangannya. Untuk mendukung kecerdasannya, berikan anak mainan balok-balok kayu, kantong pasir agar ia bisa membuat suatu bangunan atau rumah-rumahan. Bisa juga memberikan anak tali untuk bermain lompat tali. Anak seperti ini sangat senang diajak berolahtaga bersama keluarga, membuat prakarya, atau memonton pertunjukkan balet atau teater.

8. Nature smart (kecerdasan naturalis) Anak-anak yang memiliki kecerdasan naturalis sangat suka bermain di alam. Anak ini juga menyukai binatang, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, suka dengan tanaman. Untuk mendukungnya, berikan anak binatang peliharaan, akuarium, sediakan kebun dan tanaman, hingga alat teropong untuk melihat burung-burung. Anak seperti ini sangat suka diajak berjalan-jalan di alam bebas, pergi ke kebun binatang, dan melakukan kegiatan berkebun bersama sambil mengenal jenis tanaman dan hewan atau serangga yang ditemui.



sumber : kompas.com
Penulis Dian Maharani
Editor Lusia Kus Anna

6 Cara Mengetahui Bakat Anak dari Kecil

Saat anak berusia empat tahun, orangtua harus sudah mengetahui minat dan bakat anak. Usia antara 4-14 tahun merupakan periode penting di mana orangtua harus mengenali dan mengarahkan bakat dan minat seorang anak.



Bagaimana cara mengetahui bakat anak dari kecil? Apa yang harus dilakukan orangtua untuk mengenali bakat dan minat anak? Perlu diketahui, bakat tidak sama dengan kecerdasan. Bakat lebih mengacu pada kemampuan motorik atau keterampilan yang ditampilkan anak. Artinya, bakat bisa terlihat oleh orang lain.

Dilansir kompas.com, anak-anak yang berbakat umumnya menonjol pada bidang tertentu dan lebih cepat menguasai bidang tertentu dibanding anak lain, tanpa mengeluarkan usaha keras. Misalnya, anak yang berbakat menggambar, mereka bisa membuat warna, komposisi, atau kualitas garis yang lebih bagus dan menarik.

Namun, Anda jangan terburu-buru untuk memastikan bahwa anak berbakat di satu bidang karena ‘terlihat’ menyukainya. Pasalnya, minat dan bakat anak di usia dini cenderung berubah. Maka dari itu, dibutuhkan strategi agar orangtua tidak salah menilai bakat dan minat anak dengan terburu-buru.

Lantas, bagaimana cara mengetahui bakat anak dari kecil? Yuk, ikuti enam tips berikut ini!

Mengamati tingkah laku anak
Coba perhatikan, kegiatan apa yang sering dilakukannya? Anak lebih berminat melakukan hal-hal apa? Tidak ada salahnya Anda mencoba melakukan tes perilaku pada anak saat melakukan suatu aktivitas. Misalnya anak diajak bermain alat musik. Lihatlah ekspresinya sebelum, selama dan setelah memainkan alat musik. Hal ini mudah sekali diamati karena terlihat langsung dan jelas.

Berikut ciri-ciri anak senang melakukan aktivitas tertentu:

* Cepat belajar, bahkan tanpa usaha yang keras
* Rasa penasaran
* erlihat asyik dan tidak mau diganggu saat melakukan aktivitas
* Tampak bahagia setelah selesai melakukan aktivitas
* Cenderung ingin mengulang aktivitas yang sama.



Memberikan stimulus atau rangsangan kepada anak
Nah, setelah Anda mengetahui perilaku anak saat melakukan aktivitas tersebut, stimulus anak untuk melakukan aktivitas yang sama. Jika mereka bertanya, berikan penjelasan seperlunya dan biarkan anak bereksplorasi sepuas-puasnya. Anda juga bisa memberikan stimulus kepada anak dengan memberikan les atau permainan yang variatif untuk menentukan kecerdasan majemuknya.

Mengamati kecerdasan anak
Cara mengetahui bakat anak dari kecil selanjutnya adalah mengamati kecerdasan anak. Perlu diketahui, kecerdasan seorang anak tidak hanya diukur melalui kecerdasan intelektual (IQ) saja, tetapi juga dari kecerdasan emosional (EQ).

Ada beberapa kecerdasan pada anak yang perlu orangtua ketahui, di antaranya:

* Kecerdasan musikal, cara melatihnya dengan mendengarkan musik dan bernyanyi
* Kecerdasan intrapersonal, berkaitan dengan perilaku tidak mudah menyerah, gigih berusaha dan percaya diri
* Kecerdasan visual spasial, berkaitan dengan kemampuan memahami pandangan ruang, di mana anak mampu membedakan posisi dan letak ruang
* Kecerdasan interpersonal, berkaitan dengan kemampuan sosial anak meliputi kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan berinteraksi dengan teman sebaya dan
orang di sekitarnya.



Mengikuti lomba dan latihan
Seperti sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya, setelah Anda mengetahui aktivitas yang disukai anak bukan berarti bakat dan minatnya pasti di situ. Ikut sertakan anak melakukan berbagai macam latihan atau lomba agar potensi serta bakat anak akan semakin teruji dan terasah.

Di sinilah peran orangtua dalam membantu mengasah minat dan kemampuan seorang anak dalam bidang tertentu sangatlah penting. Orangtua harus aktif membantu mengasah dan mengarahkan bakat dan minat anak pada bidang tertentu.

Libatkan hobi anak
Biarkan anak melakukan aktivitas yang disukainya, belajarlah untuk saling berbagi kesenangan dengan anak. Salah satu cara menghargai kesenangan anak adalah dengan mendukung hobi yang dipilih anak. Ini merupakan salah satu cara mengetahui bakat anak dari kecil.

Melakukan analisis sidik jari
Melakukan analisis sidik jari dapat Anda jadikan solusi atau cara mengetahui bakat anak dari kecil. Analisis sidik jari adalah sebuah metode yang digunakan untuk menganalisis kecerdasan, bakat, potensi hingga karakter seseorang hanya dengan pemindaian sidik jari. Pada dasarnya, tes ini hanya menginterpretasikan potensi dalam diri seorang anak, sedangkan pencapaian hasil kemampuan kecerdasan anak lebih dipengaruhi oleh usaha yang dilakukan oleh anak dan dukungan dari orangtua, serta lingkungannya.

Itulah beberapa cara mengetahui bakat anak dari kecil yang dapat Anda jadikan referensi untuk menemukan bakat dan minat si kecil. Penting diketahui, mengenali bakat dan minat anak membutuhkan usaha yang serius dan berkelanjutan. Untuk mempermudah Anda dalam mengenali bakat anak, buatlah semacam checklist jenis kecerdasan apa saja yang sudah Anda berikan rangsangan dan buatlah jurnal kecil perkembangan anak. Semoga bermanfaat.



Sumber gambar:

1: http://news.stanford.edu

2: adventuretofitness.com

3: fthmb.tqn.com

4; .allergicchild.com

5: stayathomemum.com.au

Sumber : https://happyclub.id/6-cara-mengetahui-bakat-anak-dari-kecil/